Minggu, 23 Oktober 2022
Home »
» Video Viral TikTok, Inilah Fakta Motif Kasus Pembunuhan Rudolf Terhadap Icha
Video Viral TikTok, Inilah Fakta Motif Kasus Pembunuhan Rudolf Terhadap Icha
Video Viral TikTok, Inilah Fakta Motif Kasus Pembunuhan
Rudolf Terhadap Icha
Video Viral TikTok beredar sebuah kasus pembunuhan
terjadi antara rekan kerja.
Dalam Video Viral TikTok memperlihatkan 5 fakta dibalik
kasus pembunuhan Rudolf terhadap korban yang bernama
icha.
Video Viral TikTok tersebut diunggah oleh akun Tik-Tok
@detik com, Minngu, (23/10).
Sebelumnya telah diberitakan kasus pembunuhan yang
terjadi di sebuah Apertemen.
Pembunuhn tersebut dilakukan oleh pelaku yang bemama
Rudolf terhadap korban yang bernama Icha.
Setelaah dibunuh seperti Video Viral TikTok pelaku
membawa korban melewati lift lalu membuang korban di
kolong jembatan.
Namun dibalik itu semua, dalam Video Viral TikTok tentu
ada latarbelakang yang menyebabkan kasus pembunuhan
tersebut. Dilansir dari
@detik.com, inilah motif Rudolf membunuh Icha berdasarkan
penjelasan hingga hasil Tes Psikologis.
1. Akibat dendam, Chirstian Rudolf Tobing (36) mengaku
motif Rudolf membunuh Icha karena dendam.
Iklan untuk Anda: Di Kodim 1604 Kupang, Tiga Danramil
Diserahterimakan, Ini Profilnya
Advertisement by
Tapi masih mendalami masalah motif ini, karena ada
barang-barang korban yang hilang.
2. Tidak ada kekerasan seksual terhadap korban, polisi
juga memastikan tidak ada kekerasan seksual terhadap
korban. Baik sebelum mauoun setelah kejadian terjadi.
3. Hasil tes psikologi, Rudolf punya trauma masa kecil.
Polisi juga mengungkapkan trauma Rudolf muncul karena
kerap dipukuli orangtuanya dan menyebut memiliki emosi
yang meledak-ledak.
4. Sempat berencana sewa pembunuhan bayaran tapi batal.
"pelaku sempat pada saat sebelum melakukan pembunuhan
untuk membunuh H, pelaku sempat me-searching di internet
jasa pembunuhan bayaran dan tarifnya," kombes Hengki
Haryadi Direktur reskrimun Polda Metro Jaya 5.
Rudof belajar tiga hari cara membunuh tanpa suara.
"pelaku me-searching lagi bagaimana cara membunuh orang
supaya tidak bersuara. Itu dipelajari selama tiga hari,"
AKBP Indrawienny Panjiyoga Kasubdit Jatanras Polda Metro
Jaya. (Antonius Gatul)


0 komentar:
Posting Komentar